Showing posts with label Aku-Kay-Wempy. Show all posts
Showing posts with label Aku-Kay-Wempy. Show all posts

Monday, May 11, 2015

Rindu Ini Kutitipkan Pada Langit Saja

Sumber foto: Pinterest.com
Nada deringnya Viva Forever. Pasti Kay. Aku setengah berlari menjemput panggilan masuk itu. Dan riang suaranya membuat siang yang mendung tadi jadi lebih cerah.

"Aku akan menikah, Na." Suara Kay memberikan kabar gembira itu. Dan aku bahagia untuknya. Kayla yang baik, mans, shalihah berhak untuk menjemput pernikahan barakah yg menjadi obsesinya. Di sudut jambo kayu yang baru jadi. Wempy melirik sambil tersenyum. Kami bahagia untuk Kay.

Setelah telpon di tutup. Masih terngiang suara Kay bercerita. Calonnya seorang dai muda. Baru pulang dari Malaysia. Penghafal 28 juz al-Quran. Dengan bidang studi masternya ekonomi islam. Mereka dijodohkan, dipertemukan oleh Bunda Nani, guru mengaji kami di Jakarta. Ah, Kay. Keteguhanmu melepaskan semua dunia kemilau dan menutup diri total mungkin itu yg membuatmu lebih beruntung dibandingkan Nanamu yang harus menyepi di puncak gunung. Menjauh dari dunia ramai, agar tetap waras.

Wednesday, May 6, 2015

Dunia Kaca

Sumber Foto : Flickr.com
Seandainya aku punya cara mengenyahkan semua ketidak nyamanan, merobek putus jalur mereka yang membuat cemas itu meledak-ledak. Tapi aku tidak bisa. Tidak semudah mereka yang bisa tertawa geli menyikapi semua sebagai candaan konyol.

Duniaku rapuh. Kalau kokoh, aku tak perlu menghabiskan setiap hari dalam perang tanpa henti antara aku dan rasa panik yang menggila nyaris tak bisa ku jaga. Seandainya aku punya kuasa atas itu semua, maka aku sama seperti mereka berjalan santai di bawah cahaya matahari, tertawa dan menikmati gelak konyol kehidupan, mengelilingi meja cafe. Membicarakan semua dalam benderang dan keramaian.

Pada saat kamu mampu melakukan itu semua, kamu tahu itu berarti kamu sudah sembuh, Na. Wempy menjawab sambil tergelak di sampingku.

Tuesday, April 21, 2015

Selimut, Buku,Kenny G, dan Selamat Malam

Sumber Foto : sweetstudioblog.com
Kamu tahu, Wempy. Seperti bermalam-malam sebelumnya, beranjak tidur selalu menyenangkan. Semua sejak aku menemukan sekeping surga milikku sendiri.Atau munkin kamu lebih setuju bila aku menyebutnya, pulau peristirahatan milik kita.

Rutinitas, dan keseharian kerja memang menyebalkan, Wempy. Bayangkan, selalu ada perhitungan yang harus diperbaiki, dan semua akan terus berulang hanya karena, memberhentikan seorang saudara yang telah lama berkerja bersama kami, adalah sesuatu yang dianggap tak patut dan terlalu tega.

Padahal menurutku, Ummi juga tega pada putri tunggalnya ini. Yang selalu harus dobel mengerjakan perhitungan dan pembukuan berantakan itu. Setiap hari. Bayangkan itu, Wempy, setiap hari setelah mengurus pembukuan, pulang dan membuka kembali catatan keuangan yang tak pernah jadi lebih baik.

Tapi, ada saat yang membuat semuanya terasa jadi lebih baik.

Aku Tidak Gila, Dia Itu Wempy, Temanku

Sumber Foto : logofury.com
Wempy tempatku bercerita. Setelah Kayla, Wempy yang paling tahu tentang diriku. 

Ketika Abi memutuskan menikah lagi, itulah saat pertama Wempy hadir. Dia menemani dengan penuh perhatian, mendengarkan segala sumpah serapah caci maki lalu akhirnya tangisan yang panjang selama berbulan-bulan.

Setelah itu Wempy selalu ada. Dia menemani ketika aku harus berhadapan dengan cemooh orang sekitar, padahal apa salah kami sehingga kami yang dicela. Wempy yang menguatkan ketika nilai ujianku jatuh, Wempy yang menemani dengan setia ketika Ummi semakin sibuk dengan toko dan usaha keluarga yang ditinggalkan Abi. Wempy juga yang menjadi tempat curhat ketika aku berperang dengan Ummi, soal memaafkan Abi, setelah Abi meninggal dunia, di rumah Nyak Soraya, istri keduanya.

Aku, Kay dan Old Baby

Sumber Foto : www.aquila-style.com
Kay, ada begitu banyak cerita yang kita alami. Dari ibu kota hingga kembali lagi ke kampung halaman. Dan bukankah itu sudah kita sangka akan terjadi. 

Sejak hari aku memutuskan melepaskan status tak berujung antara aku dan Dodi, dan kamu Kay, memutuskan berhijab. Kayla yang bintangnya kantor kalian yang megah itu, Kayla yang pernah ditawari jadi manager pemasaran hanya karena curva tubuh yang wow, Kayla yang tersenyum ketika mereka yang patah hati masih memandang dengan mendamba.

Dan kamu mengejutkanku. Bukan hanya memilih berhijab, kamu memilih yang berat. Sampai hari ini aku masih memandangmu kagum, ketika menyusun menata dan mengulurkan jilbab super lebarmu, lalu dengan anggun mengaitkan cadar menutupi paras sempurnamu.